Welcome to PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero) As a Knowledge-Based Agribusiness Company
  DEPAN   KONTAK KAMI  PETA SITUS   
  Profil Perusahaan   Unit Kerja   Produk   Kinerja Komunitas   Penghargaan  
       
Untuk Tingkatkan Produktivitas Petani Plasma, PTPN XIII Buat Program PSM
Sumber : Humas
Update : 21 Juni 2010, Jam : 08:29:00
Pontianak : PT Perkebunan Nusantar XIII menerapkan pola manajemen baru untuk mendorong peningkatan kesejahteran petani plasma. Hal ini juga dimaksudkan untuk memacu masyarakat sekitar dalam meningkatkan kulitas dan kuantitas hasil panen sawit. Sehingga, dengan hasil yang meningkat, penghasilan petani pun ikut meningkat, kesejahteraan pun bisa didapat.

Program tersebut diistilahkan dengan Pola Satu Manajemen disingkat PSM. Yakni bentuk program dalam memanajemeni petani plasma. Pola ini tentu lebih menguntungkan bagi petani plasma dan perusahaan terutama persoalan permodalan bagi petani, serta peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen. “Di masa depan, pola ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar, baik bagi petani, perusahaan maupun masyarakat,” ujar Manajer Unit Plasma Kembayan, Victor Samosir belum lama ini ketika ditanya tentang penerapan PSM di kebun Kembayan.

Dikatakan, pola ini akan lebih menguntungkan untuk dua belah pihak, baik petani maupun perusahaan. Dengan luas lahan petani plasma sekitar 4.946,29 hektar sangat besar potensi yang dimiliki. Banyak manfaat yang bisa didapatkan ke depan. Keuntungan bagi petani di antaranya permodalan yang diberikan pihak perusahaan dengan sistem kredit. Berbagai fasilitas akan didapat oleh para petani seperti pupuk, herbisida, jalan, parit, dan lainnya.

Secara tidak langsung itu akan meningkatkan hasil produksi dari petani. Petani juga akan mendapatkan tambahan penghasilan dari pekerjaannya mengolah kebun sendiri. “Pengelolaan ini akan lebih fokus karena berdampak pada hasil produksi para petani. Di samping itu, Hubungan baik antara petani dan PTPN juga akan lebih erat lagi,” ujarnya.

Ketua Koperasi Maju Bersama Mitra, Dedi Yeremia, mengatakan sangat terbantu dengan adanya PSM ini. Terutama persoalan biaya untuk pembangunan jalan, pupuk, herbisida, parit dan biaya lainnya. Dengan jumlah anggota sebanyak 330 orang yang telah terdaftar di koperasinya, diharapkan bisa merasakan dampak yang signifikan ke depan.

“Dengan adanya pola ini, kami merasa terbantu sekali terutama persoalan biaya. Saya yakin dengan program ini, dua bulan kemudian tandan-tandan itu akan tumbuh sehingga menambah penghasilan bagi petani,” ujarnya. “Ini seperti dilihat setelah kami ke PSM Gasing di Landak, setelah enam bulan dapat dirasakan lebih signifikan,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan pemuka masyarakat dusun Rantau, desa Kelompu, Marselius Anjang, bahwa memang ada perubahan sejak pembukaan perkebunan kelapa sawit. “Memang jauh beda, dari segi peningkatan ekonomi nampak perbedaan dari ladang ke petani sawit,” ungkapnya.

Namun, dia berharap kepada pihak perusahaan jangan ada perbedaan antarpetani dengan adanya pola yang baru ini. Karena ada juga petani sawit yang tidak mau menjual sawitnya lewat KUD yang ada. Mereka juga tidak mau membayar kredit dari pola PSM. “Saya berharap tidak ada perlakuan berbeda-beda dari pihak perusahaan kepada para petani. Terhadap semua petani, sikap perusahaan harus sama semuanya,” harapnya. “Jika ada perbedaan, hal ini akan menjadi dilema di masyarakat. Ada yang harus membayar kredit, tapi ada juga yang belum membayar kredit. Kalau sudah terjadi, saya minta hal ini segera ditertibkan,” pintanya.

Anggota Koperasi Maju Bersama Mitra, Kasianus Debong, berharap ada solusi bersama yang bisa mengatasi persoalan yang ada. “Saya berharap adanya kerja sama yang baik antara petani, koperasi, dan perusahaan, sehingga ke depan kondisinya jadi lebih baik lagi,” harapnya. (*)




Copyright 2007 © PTPN13