Pontianak - PT Perkebunan Nusantara XIII kembali menyalurkan modal bagi usaha kecil dan menengah di Kalimantan Barat. Penyaluran modal usaha ini merupakan bagian dari kegiatan CSR PTPN XIII khususnya Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Sebelas pengusaha kecil yang mendapat pinjaman modal usaha, yang diserahkan, Senin (21/6) kemarin di Kantor Direksi PTPN XIII.
Sebelas pengusaha tersebut yakni Paimin usaha keripik, Dedi Priadi usaha percetakan dan printing, Yuliawati SE dari Dynasty production, Husaini usaha batok kelapa, Hasanah dari pertanian cabe dan ternak lele, Siswadi usaha buku-buku, Tjhiu Fan/ Titin usaha konveksi, serta empat pengusaha tanamanan hias yakni Nuraini Pasaribu, Yusni, Sutikno Silalahi, dan Jamel.
Kepala Bagian Sekretaris Perusahaan dan CSR PTPN XIII, Sofyan Nasution mengajak para pengusaha kecil yang mendapat pinjaman modal ini untuk menjaga amanah yang diberikan, yakni dengan meningkatkan usahanya. “Buktikan, bahwa dengan adanya dukungan modal ini usaha bisa lebih maju,” serunya. Ke depan, jika usaha para mitra binaan tumbuh dan berkembang maka PTPN XIII akan mengikutsertakan para mitra binaan pada berbagai pameran (expo) untuk memperluas jaringan pemasaran.
Kaur CSR, Santun Siahaan dalam kesempatan itu mengajak mitra binaan PTPN XIII untuk selalu memegang teguh amanah yang diberikan. “Ini amanah, buktikan bahwa kita bisa dipercaya, karena dengan kepercayaan itulah usaha bisa berkembang,” ujar Santun Siahaan. Oleh karena itu diingatkan kewajiban untuk selalu mengembalikan pinjaman tepat waktu dan memberikan laporan perkembangan usaha setiap tiga bulan agar dapat dilakukan pembinaan lebih lanjut oleh PTPN XIII.
Pada kesempatan yang sama jug diberikan pembekalan ilmu kewirausahaan dari UP IKM Disperindag Kalbar, Uray Yuliansyah. Kesempatan itu Uray Yuliansyah mengajak para UKM yang mendapat modal dari PKBL PTPN XIII untuk meningkatkan kemampuan. “Jangan lupa, aspek pemasaran harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai pasar tidak siap, kita over produksi,” tuturnya, yang mengingatkan banyak pelaku UKM yang mentok di pemasaran akibat dari over produksi. Dan dipaparkan, pihaknya selalu terbuka untuk menerima konsultasi bagi UKM yang mengalami kendala dalam pengembangan usahanya. “Jangan malu-malu untuk bertanya, agar bisa menjalankan amanah yang diberikan PTPN XIII, usaha yang sudah dimodali pun bisa berkembang juga,” ujarnya.
Salah seorang pengusaha, Paimin, mengatakan sangat terbantu adanya program pinjaman modal usaha dari PTPN XIII ini. “Saya akan kembangkan usaha keripik yang sudah ada untuk lebih luas lagi pemasarannya,” tuturnya, seraya mengucapkan terima kasih pada PTPN XIII. (*)
