PT Perkebunan Nusantara XIII saat ini melakukan pengembangan usaha dengan mendirikan Pabrik Minyak Sawit (PMS) di desa Kelompu, kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Satu hal yang menarik dari proyek pembangunan PMS tersebut yakni melibatkan masyarakat di sekitar dalam pembangunannya.
”Dalam proses pembangunan di sini kita melibatkan masyarakat sekitar pabrik,” ujar Ahdan Badrujaman dari PT Yasa Industri Nusantara (YIN) sebagai kontraktor pelaksana pembangunan PMS Kembayan PTPN XIII.
Sejak satu tahun lebih berjalannya proyek pembangunan PMS Kembayan, masyarakat sudah sangat kooperatif dan mampu bekerja sama dalam pembangunan dengan baik. “Dari masyarakat sangat kooperatif, bagus, jadi proyek ini jalan terus. Bahkan masyarakat menginginkan agar selesaianya bisa lebih cepat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Temenggung Panca Benua, SL Anyim atau yang lebih dikenal dengan sapaan Pak Beringin, mengatakan bahwa sejak awal pendirian perusahaan, masyarakat sudah dilibatkan perusahaan.
Pak Beringin juga menceritakan, awal berdirinya perkebunan sawit sebelum PTPN XIII adalah PTP VII. “Proses pembangunan ini memang penuh lika-liku. Pada tahun 1987 belum begitu berkembang karena tidak ada modal dari pemerintah. Sempat juga saat itu, kami yang mengerjakannya karena perusahaan masih kembang kempis,” terangnya. “Tapi sekarang beda, jauh terjadi perubahan,” tambahnya.
Dengan dibangunnya pabrik di Kebun Kembayan, petani plasma akan menghemat biaya trasportasi pengangkutan TBS ke pabrik Parindu yang berjarak sekitar 20 Km. Selain itu, pembangunan pabrik ini juga diharapkan akan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar pabrik.
PMS Kembayan PTPN XIII merupakan pabrik percontohan dengan kapasitas olahan 30 ton/jam tandan buah segar (TBS) extenable 60 ton/jam. Pabrik ini menjadi percontohan karena pengelolaannya yang ramah lingkungan. Pabrik dengan luas hampir 10 hektar ini, menerapkan teknologi modern dan canggih. Salah satunya adalah teknologi thermal oil boiler yang langsung didatangkan dari China.
Pada pabrik ini untuk boiler dengan spesifikasi yang lebih tinggi. Spesifikasi ini yaitu dari sisi teknologinya bekerja secara otomatis yang sebelumnya manual. Karena menggunakan sistem teknologi vertical sterilizer (rebusan berdiri) yang baru ada di PTPN XIII. Selain itu, teknologi pabrik ini juga akan membuat pabrik lebih bersih sehingga akan berpengaruh pada kesehatan pekerja.
Pabrik ini juga sangat ramah lingkungan. Karena pabrik percontohan ini dilengkapi dengan economizer yang membuat biaya produksi lebih efisien dan ramah lingkungan. “Karena dilengkapi dengan economizer, penggunaan bahan bakar lebih sedikit. Maka emisi atau gas buang yang dihasilkan akan lebih sedikit sehingga lebih ramah lingkungan,” ujar Ahdan Badrujaman.
Dengan penggunaan bahan bakar lebih sedikit dan operasional yang lebih ringan. Itu akan membuat biaya operasional pabrik ini akan lebih kecil atau lebih hemat. Kelebihan lainnya yang dimiliki pabrik percontohan ini, terletak di kawasan yang sangat strategis, di atas bukit. Dengan kawasan yang lebih tinggi dan kolam limbah sebanyak delapan buah. Ini menjadi jaminan limbah tidak akan banjir.
