Pontianak : Langkah PT Perkebunan Nusantara XIII dalam meningkatkan produktivitas Kebun Plasma diyakini akan berhasil dalam waktu satu-dua tahun ke depan. Produktivitas Kebun Plasma yang semula hanya di bawah 10 ton per hektar per tahun, secara bertahap diproyeksikan akan meningkat dan terus meningkat mencapai belasan ton per hektar per tahun.
“Kami berkeinginan Kebun Plasma dan Kebun Inti memiliki produktivitas yang sama. Walaupun untuk tahap awal, tahun pertama atau kedua ini belum bisa naik secara drastis,” ujar Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPN XIII, Memed Wiramihardja, dalam sebuah wawancara di ruang kerjanya.
Produktivitas Kebun Inti saat ini sekitar 18 ton per hektar per tahun. Maka untuk mengejar angka tersebut Kebun Plasma harus dipacu produktivitasnya dengan pemeliharaan yang intensive sesuai kultur teknis yang berlaku. ”Sepanjang pemeliharaan dan pemupukan yang dilakukan mengikuti aturan yang dianjurkan, maka secara bertahap kebun plasma akan meningkat produktivitasnya, sehingga dalam tiga-empat tahun ke depan akan nyata perubahannya,” tambah Memed.
Selain membenahi bidang tanaman, PTPN XIII juga mengantisipasi lonjakan produksi dengan membangun Pabrik Minyak Sawit di Kembayan. ”Kita sudah antisipasi lonjakan produksi dari Kebun Plasma, jika selama ini rata-rata sembilan ton per hektar per tahun, maka pada tahun-tahun berikutnya akan naik mencapai belasan ton. Berarti pabrik pun harus disiapkan, oleh karena itu kita membangun pabrik baru,” jelas Memed. Dengan demikian, produksi Kebun Plasma nantinya akan tertampung.
Dibandingkan PTPN lain, PTPN XIII memiliki keunikan tersendiri, hampir 60% areal kebun adalah Kebun Plasma, sedangkan Kebun Inti hanya 40%. Maka dari itu, PTPN XIII memberi dukungan bagi kemajuan Kebun Plasma sesuai dengan Visi PTPN XIII, yaitu ”Menjadi perusahaan agribisnis yang berdaya saing tinggi, tumbuh dan berkembang bersama masyarakat secara berkelanjutan”.
Beberapa program yang sudah diimplementasikan diantaranya pelatihan bagi Petani Plasma, Kredit Pupuk, Pendampingan dan berbagai program lainnya. Dengan demikian ke depan secara bertahap akan terjadi peningkatan produksi kebun plasma. ”Jika produksi kebun plasma meningkat, maka berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat. Kalau pendapatan masyarakat meningkat, berarti kesejahteraannya juga akan meningkat,” tuturnya seraya menyatakan bahwa program ini baru akan diketahui hasilnya setelah satu-dua tahun berjalan.
