BUPATI Sintang, Milton Crosby, menegaskan perkebunan karet dan kelapa sawit menjadi andalan daerah tersebut. Bahkan, khusus untuk karet, pemerintah daerah kabupaten Sintang memberikan kepedulian yang tinggi, yakni dengan mengembangkan karet rakyat. ”Kami sudah membangun dan membantu rakyat untuk pengembangan kebun karet yang jumlahnya mencapai 40 ribu hektar,” ujar Milton dalam wawancara di Sintang, pekan lalu.
Dijelaskan, 40 ribu hektar karet rakyat tersebut terdiri atas bantuan dari pemerintah kabupaten seluas 23 ribu hektar dan didukung oleh pemerintah provinsi Kalbar, serta pusat.
Pemerintah Kabupaten Sintang akan terus mendorong PTPN XIII, sebagai perusahaan milik Negara yang memiliki kontribusi dalam pengembangan perkebunan karet di Kabupaten Sintang. Milton mengakui, bahwa luas areal Kebun Inti yang saat ini dikelola oleh PTPN XIII masih belum ekonomis, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten akan terus mendorong PTPN XIII untuk melakukan perluasan arealnya bersinergi dengan Petani Plasma. Pemkab telah mengeluarkan ijin lokasi kepada PTPN XIII sebesar 6.000 Ha, sehingga nantinya bahan baku untuk Pabrik yang saat ini masih kurang dapat terpenuhi.
Selain perluasan areal, Pemkab juga aktif dalam mencari solusi pendanaan untuk mereplanting kebun masyarakat dan petani yang belum memiliki kemampuan untuk melakukan replanting. Padahal, sebagian karet masyarakat sudah tua, perlu direplanting, termasuk petani plasma PTPN XIII.
Dipaparkannya, kendala yang dihadapi petani adalah masalah modal dan masalah kredit lama yang belum tuntas. ”Tapi kami sedang mencarikan solusinya dengan menginventarisasi semua masalahnya. Masyarakat perlu kejelasan hutang mereka, agar proses replanting bisa dilakukan,” tambahnya.
Kepedulian dari Pemkab Sintang diwujudkan dengan menurunkan Tim Pembinaan Pengembangan Perkebunan Kabupaten (TP3K), yang bergerak untuk membantu masyarakat mencarikan solusi atas permasalahan replanting tersebut. Sekarang ini sudah jalan dan sebagian masyarakat juga telah membayar hutang mereka. Milton berharap ke depan masalah permodalan ini dapat diantisipasi dengan mendorong masyarakat ikut Credit Union (CU) atau menabung di bank.
Selain karet, Sintang juga mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Sampai saat ini investor sangat meminati daerah Sintang sebagai tujuan berinvestasi. ”Kami sangat terbuka dengan investor, sepanjang mereka memberdayakan masyarakat dan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Milton.
Maka tidak heran jika Sintang masuk peringkat 10 daerah kabupaten dengan investasi terbesar se-Indonesia yakni Rp 3,2 triliun. Saat ini di Sintang sudah beroperasi 31 perusahaan perkebunan. Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sintang.
”Berkali-kali saya tegaskan, jika masyarakat ingin maju dan sukses, berantas kemalasan dan kebodohan, jangan lima L,” katanya mengistilahkan lima L yakni, lemau (malas), lesu, letih, lingau, dan lelap.
Itu lima penyakit yang harus dihilangkan yang merupakan penyebab ketidaksuksesan. Milton selalu keliling Sintang dengan menyerukan itu. Karena kegigihannya, sehingga mendapat istilah dari masyarakat sebagai ”bupati PPL” sebab bupati turun langsung ke masyarakat memberikan penyuluhan layaknya seorang penyuluh pertanian lapangan. Dan hasilnya, Sintang semakin maju. (*)
