Welcome to PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero) As a Knowledge-Based Agribusiness Company
  DEPAN   KONTAK KAMI  PETA SITUS   
  Profil Perusahaan   Unit Kerja   Produk   Kinerja Komunitas   Penghargaan  
       
RI Bangun 3 Klaster Industri Hilir Kelapa Sawit
Sumber : Bisnis Indonesia
Update : 30 Oktober 2009, Jam : 07:02:37
JAKARTA: Indonesia akan membangun tiga klaster industri hilir kelapa sawit di tiga provinsi yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi crude palm oil (CPO). Tujuannya, mendorong pengembangan industri hilir komoditas ekspor itu.

Hal itu dikatakan Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian Achmad Mangga Barani.

"Pemerintah tengah merancang sejumlah klaster industri pengolahan sawit di Sumatra Utara, Riau, dan Kalimantan," kata Hatta kepada Bisnis di Jakarta pekan ini.

Dia mengemukakan pengembangan klaster sawit tersebut untuk mengembangkan industri hilir yang bisa memberikan nilai tambah terhadap perkebunan dan industri sawit, sehingga tidak diekspor dalam keadaan yang belum optimal diolah atau masih mentah.

Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian Achmad Mangga Barani menyatakan klaster industri hilir kelapa sawit terpadu akan dibangun pada 2011. Pembangunan akan dilakukan di perkebunan kelapa sawit Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara dan kawasan ekonomi Maloi, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Tahap pertama, klaster kelapa sawit di Sei Mangkei akan mampu menghasilkan 400.000 ton CPO. Pembangunan industri kelapa sawit di Sei Mangkei ini, kini dalam tahap pemerataan areal.

Pemilihan Sei Mangkei sebagai salah satu kawasan industri hilir terintegrasi karena dekat dengan pelabuhan Kuala Tanjung yang berada di tengah sentra produksi bahan baku kelapa sawit a.l. milik PTPN III, PTPN IV, dan kebun-kebun swasta.

Kuala Tanjung merupakan kota pelabuhan di Kabupaten Asahan, yang oleh Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumut diusulkan untuk dikembangkan sebagai special investment zone.

Kebijakan pemerintah

Industri yang akan dibangun di kawasan ini, bukan hanya minyak kelapa sawit, melainkan juga oleochemical, biodiesel, surfactant, dan energi. "Industri hilir mendukung kebijakan pemerintah yang menugaskan seluruh PTPN agar mengembangkan pengolahan sawit mulai dari CPO hingga turunan-turunannya," ujarnya kemarin.

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III sebelumnya juga menyatakan akan membangun kawasan industri hilir kelapa sawit di Sei Mangkei. Hal itu sebagai upaya mengintegrasikan industri hilir yang dikembangkan PTPN III.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan menilai rencana pemerintah itu akan maksimal jika sarana infrastruktur dasar sudah dipenuhi. "Kemudian, dalam kawasan itu, mesti diberikan insentif tidak hanya dalam bentuk pajak, tetapi juga infrastruktur dasar."

Menurut dia, di kawasan itu perlu tersedia pelayanan dalam satu atap.

Fadhil menyatakan ke depan produk CPO masih akan dimaksimalkan untuk diekspor. Hal tersebut menjadi wajar karena permintaan konsumen terbesar masih pada produk CPO, bukan pada produk turunan yang bernilai tambah lebih tinggi.




Copyright 2007 © PTPN13