MEDAN - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terus menguat hingga mencapai 745 dollar AS per metrik ton, meski permintaan mulai sepi karena memasuki musim dingin di Eropa.
"Harga CPO yang hampir menembus 750 dollar AS per metrik ton itu sangat fantasis dimana sebelumnya banyak pelaku yang memperkirakan harga jual tahun ini bekisar 600 dollar AS per ton akibat krisis global," kata eksekutif PT Asian Agri, Laksamana Adiyaksa, di Medan, Kamis (19/11).
Dengan harga yang cukup bagus di tengah permintaan yang agak sepi diperkirakan harga bisa naik lagi meski belum mencapai 1.000 dollar AS per metrik ton. "Bisa jadi harga CPO menembus angka 800 dollar AS per metrik ton atau minimal 750 dollar AS per ton. Padahal pada 22 Oktober, harga CPO di pasar bursa Rotterdam masih ditutup 700 dollar AS per metrik ton," kata Laksamana yang juga bendahara di Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut.
Kenaikan harga yang dipicu berbagai faktor itu diperkirakan bisa bertahan bahkan semakin membaik hingga tahun 2010. Kenaikan harga CPO di Rotterdam langsung memicu kenaikan harga CPO di pasar lokal.
Harga tender di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT.Perkebunan Nusantara, misalnya pada tanggal 18 November 2009 sudah Rp 6.909 per kg. "Harga CPO di lokal memang terus naik mengikuti harga di pasar internasional.Meski naik, peminat masih banyak meski ekspor terlihat mengetat," kata eksekutif di KPB PTPN Medan yang enggan disebut identitasnya.
