Pontianak - Mulai tahun 2010, ditargetkan seluruh pabrik perkebunan yang dikelola PTPN XIII akan beralih menggunakan bahan bakar biodiesel sebagai sumber energi. Demikian disampaikan Direktur SDM dan Umum PTPN XIII, Wagio Ripto Sumarto, Kamis (17/12).
Wagio mengatakan sejak delapan bulan yang lalu, PTPN XII sudah berhasil memproduksi bahan bakar biodiesel dari limbah CPO atau CPO Drab Akhir.
Sampai saat ini, lanjutnya, PTPN XIII telah memproduksi 6.000 liter biodiesel per hari yang produksinya dipusatkan di Parindu, Kabupaten Sanggau.
“Dengan 6.000 liter biodiesel ini dapat menjadi bahan bakar pembangkit listrik selama delapan jam dengan daya 100 KW,” katanya.
Dikatakannya, penggunaan bahan bakar Biodiesel memang masih dalam tahap uji coba. Tapi di tahun 2010 ini, PTPN XIII berencana menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar seluruh pabrik dan kendaraan pabrik PTPN XIII. Peningkatan jumlah produksi biodiesel juga akan terus dilakukan di masing-masing unit kerja PTPN XIII.
“Kita akan mencoba menggunakan bahan bakar biodiesel untuk seluruh unit kerja,” ungkapnya.
Diakuinya, perlu waktu untuk beralih bahan bakar dari solar ke biodiesel, karena memang belum semua unit kerja PTPN XIII siap beralih bahan bakar ini.
Wagio mengatakan dengan menggunakan bahan bakar biodiesel ini, PTPN XIII dapat menghemat pembelian bahan bakar sebesar 30 persen.
“Kalau solar per liternya Rp6.500 sedangkan bahan bakar biodiesel hanya Rp4.300 per liternya,” ujarnya.
