PONTIANAK: Investor Malaysia berminat melakukan investasi di bidang perkebunan sawit sekitar 100.000 hingga 300.000 hektare di Provinsi Kalimantan Barat, termasuk pabrik pengolahan CPO (crude palm oil).
Konsul Malaysia di Pontianak Mohamad Zairi Bin Mohamad Basri mengatakan faktor yang melatarbelakanginya minat investasi itu adalah selain wilayahnya dekat, modal yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar apabila dibandingkan berinvestasi di negara lain. "Kalau investasi di Kalbar selain murah juga masih satu pulau sehingga biaya angkutan CPO ke Malaysia tidak terlalu mahal," katanya kemarin.
Ketua Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) Kalbar Ilham Sanusi, mengatakan sebanyak 12 perkebunan besar di bidang sawit dari total 50 perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit yang ada di provinsi itu dimiliki oleh investor asing.