JAKARTA - Kementerian Pertanian menilai rencana pengelompokan kembali {regrouping) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) perkebunan berdasarkan komoditas perlu dikaji lebih mendalam agar tidak mengurangi daya saing.
"Saya sepakat jika PTPN harus berdaya saing dan lebih efisien. BUMN Pertanian harus lebih berdaya saing," ujar Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi kemarin. Dia mengatakan sebenarnya regrouping sudah pernah dilakukan, sementara pola PTPN yang dikehendaki sekarang ini adalah perubahan dari pengelompokan berdasarkan komoditas yang dulu pernah dilakukan.
Akan tetapi, jika pemerintah memutuskan untuk kembali pada pola lama pengelompokan berdasarkan komoditas maka perlu dilihat keberadaan komoditas perkebunan yang tersebar di seluruh Tanah Air. "Sawit misalnya tidak hanya berada di Kalimantan, tapi juga di tempat yang lain. Ini belum komoditas yang lainnya."
Sebaran komoditas ini jika akan dikelompokkan mesti dihitung dengan jelas efisiensi manajemen dan juga efisiensi biayanya. Dua hal ini perlu diperhitungkan karena akan berkorelasi terhadap daya saing produk. Dia mengingatkan biaya tidak efisien akan berpengaruh pada harga jual komoditas.
Menurut Bayu, rencana regrouping dapat dilakukan berdasarkan regional. Dia mencontohkan wilayah Sumatra bagian utara yang memiliki beberapa produk perkebunan akan dipegang oleh satu PTPN saja. Dengan demikian pengelompokan akan lebih terkoordinasi dari on-farm hingga off-farm. "Semua terintegrasi sampai ke pelabuhan dan komoditas yang dipasarkan," katanya.
Dia juga menilai bukan masalah jika satu regional yang memiliki multikomo-ditas hanya dipegang oleh satu PTPN saja karena hal tersebut sudah dimulai di luar negeri. Ini terkait dengan tren penyerapan pasar untuk komoditas perkebunan saat ini yang sudah tidak lagi pada satu produk saja, tapi sudah multiproduk.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar Belum lama ini menyatakan kemungkinan PTPN hanya menjadi empat atau lima apabila pemerintah merealisasikan pengelompokan kembali BUMN bidang perkebunan dengan pola berbasis komoditas.
