PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero) As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
pemanfaatan Biodiesel

21 Agustus 2013 - 10:14:40 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : yudi | views : 480

Pemerintah perlu melakukan kajian pemberian insentif untuk pemanfaatan Biodiesel

Melemahnya Rupiah terhadap USD saat ini menyebabkan defisit neraca pemerintah semakin membengkak, pemerintah perlu segera melakukan langkah-langkah untuk mengatasi hal ini. Melemahnya nilai Rupiah saat ini karena mengumpulnya sentimen negatif yang mendukung penurunan nilai Rupiah, diantaranya kebutuhan USD meningkat di triwulan 3 akibat pinjaman dalam bentuk USD, pembelian import BBM, menurunnya eksport CPO yang merupakan produk andalan Indonesia, kebutuhan USD untuk kebutuhan musim haji, menurunnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya inflasi, serta faktor politik dalam negeri menjelang pemilu, ditambah lagi dengan ikut menurunnya mata uang rupee, sebagai importir CPO terbesar indonesia yang mengakibatkan akan terjadinya penurunan daya beli dan semakin menurunkan permintaan terhadap CPO.

Peranan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan salah satunya adalah menjaga keberlangsungan komoditas CPO, selain memberikan pemasukan kepada pemerintah dalam bentuk pajak, juga memberikan kontribusi yang tinggi untuk pertumbuhan ekonomi serta memberikan multiplier efek kepada lingkungan sekitar.

Hal ini perlu dilakukan mengingat Indonesia sebagai negara penghasil CPO, berkurangnya permintaan pembelian serta menurunnya harga komoditas tersebut, memberikan multiplier efek terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia. Penurunan permintaan pembelian CPO ini mengakibatkan perusahaan melakukan efisiensi dengan mengurangi beban perusahaan terutama investasi, mengurangi produksi CPO, dan pembelian TBS dari plasma maupun dari petani (pihak ke 3), sehingga mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat maupun petani serta mengurangi kemampuan petani plasma dalam melunasi kredit kepada perusahaan yang bertindak sebagai avalis. Akibatnya perusahaan pun akan tertekan dalam melakukan pembayaran ke pihak perbankan.

Sebagai penghasil produksi CPO terbesar di dunia, pemerintah Wajib menjaga keberlangsungan komoditas ini, dengan cara tetap menjaga pertumbuhan produksi dengan melakukan langkah penyerapan produksi CPO bila mengalami penurunan permintaan. Salah satu yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan kajian pemberian insentif untuk pemanfaatan Biodiesel, terutama dari CPO. Pemberian insentif ini dapat meningkatkan kembali produksi CPO yang saat ini sedang menurun akibat menurunnya permintaan CPO dan penurunan harga komoditi tersebut. Pemanfaatan Biodiesel ini juga dapat mengurangi import BBM, sehingga mampu mengurangi kebutuhan akan USD, serta tetap menjaga keberlangsungan pertumbuhan ekonomi. Pemberian insentif ini tentunya lebih berharga dan bersifat multiplier efek dibanding dengan langkah yang dilakukan BI yang menghabiskan Rp. 133 Triliun untuk melakukan operasi pasar dan menjaga stabilitas nilai rupiah dalam menjaga agar penurunan Rupiah tidak tertekan lebih dalam (http://www.tempo.co/read/news/2013/08/20/087505771/Rupiah-Melorot-BI-Kami- Terus-Memonitor-Pasar).

PTPN 13 sendiri dalam rangka untuk tetap menjaga pertumbuhan produksi CPO, telah membangun Unit Pengelola Biodiesel, saat ini telah memiliki dua Unit Pengelola Biodiesel yakni di PMS Parindu dan PMS Semuntai, yang mampu menghasilkan produksi Biodiesel sebesar 6000 liter / harinya. Penggunaan Biodiesel masih untuk kebutuhan internal, ke depan akan dilakukan peningkatan produksi untuk menyuplai kebutuhan Biodiesel di PLN Wilayah 5 Kalimantan Barat.

Tidak adanya perhatian pemerintah dalam pemanfaatan Biodiesel, menyebabkan perusahaan kurang berminat untuk mengembangkan produksi biodiesel dalam sekala besar. Dalam kondisi saat ini, Perusahaan cenderung melakukan efisiensi dengan mengurangi produksi CPO dan tentunya hal ini memberikan dampak tidak terbelinya produk TBS petani dan masyarakat, dan lebih besar lagi terjadi penurunan daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi jadi melambat.

Oleh karena itu, perlu segera pemerintah melakukan kajian pemberian insentif terhadap pemanfaatan Biodiesel ini, agar dapat menjaga keberlangsungan komoditi CPO serta menjaga pertumbuhanan ekonomi dan daya beli masyarakat. Peranan Kementerian BUMN yang memiliki 14 BUMN Perkebunan dimana sebagian besar memproduksi CPO perlu mendorong agar pemberian insentif ini dapat direalisasikan, setidaknya Kementrian BUMN dapat menugaskan BUMN Perbankan untuk bersinergi dengan BUMN Perkebunan dalam rangka untuk meningkatkan produksi Biodiesel, sehingga dapat menjaga kestabilan produksi CPO dan menjaga daya beli masyarakat serta turut menjaga pertumbuhan ekonomi. (salihin - staf TI).



Berita : Terkait