PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan kerja Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mrs. L. Yudmila.G.Vorobiva

13 Juni 2018 - 11:39:01 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 46

Rusia dan Indonesia Sepakat Perkuat Perdagangan Sawit

12 June 2018  | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan kerja Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mrs. L. Yudmila.G.Vorobiva, Jumat (8/6/2018) lalu. Pertemuan ini membahas kerja sama kedua negara guna memajukan industri pertanian nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani. "Kita tahu, kita mengimpor gandum dari Rusia, tetapi kita juga mengekspor minyak sawit, karet, kakao dan beberapa produk pertanian lain ke Rusia," kata Amran dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Menurut Amran, masalah sawit menjadi perhatian serius, sebab selama ini  industri minyak kelapa sawit kerap mendapat tudingan miring dari sejumlah konsumen. Sebab itu Rusia sebagai salah satu negara mitra di Eropa sangat optimis dengan pertanian Indonesia dan saling membutuhkan kerja samanya, khususnya untuk menginformasikan industri kelapa sawit nasional. “Kami meminta kerjasama dengan Rusia untuk promosi sawit, dan mereka setuju,” katanya.

Apalagi tutur Amran, ada 30 juta orang yang tergantung dari sawit. Jika black campaign dilakukan di negara-negara Eropa, otomatis, harga CPO (minyak sawit) bisa turun. Sebab itu Amran berharap, pendekatannya tidak hanya dari sisi environment (lingkungan), tetapi juga dari sisi community wealth (kesejahteraan masyarakat komunitas petani sawit-red).

Menurut Duta Besar Rusia untuk Indonesia, L. Yudmila G. Vorobiva, pertemuan ini dilakukan karena Rusia dan Indonesia adalah dua negara dengan hasil pertanian yang cukup besar sehingga sangat strategis untuk melakukan kerjasama.

"Rusia memilih Indonesia untuk memperoleh minyak sawit dan produk turunannya dan Indonesia salah satu negara dengan produksi minyak sawit terbanyak di dunia," jelas Yudmila.

Lebih lanjut, kata Vorobiva, bukan hanya sawit, melainkan Rusia juga mengimpor karet, kopi, teh, kakao dan produk pertanian lainnya dari Indonesia. Rusia membuka diri sehingga meminta agar produk buah-buahan dari Indonesia masuk ke pasar Rusia. “Tentu sesuai dengan syarat keamanan yang berlaku di Rusia," tandas dia. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait