PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id
Smoke
Crude Palm Oil

02 Oktober 2018 - 07:04:44 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 110

India dan China Jadi Pembeli Minyak Sawit Indonesia Tertinggi

02 October 2018 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA – Dari keterangan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), pembelian CPO dan produk turunannya Agustus ini paling tinggi dicatatkan oleh India sebesar 823 ribu ton, atau meningkat sekitar 26% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Ini merupakan volume tertinggi sepanjang sejarah perdagangan minyak sawit Indonesia dengan India. “Perselisihan dagang antara India dan Amerika Serikat, sepertinya, memberikan peluang pada minyak sawit Indonesia untuk memasok minyak nabati pengganti dari minyak kedelai,” tutur Direktur Eksekutif  GAPKI, Mukti Sarjono, dalam keterangan resmi kepada InfoSAWIT, Senin ( 1/10/2018).

Pada Juni lalu, India menaikkan tarif bea masuk impor crude and refined products kedelai,bunga matahari, kacang tanah, dan rapeseed masing-masing 35% untuk refined products dan 45% untuk crude grades.

Peningkatan impor CPO dan produk turunannya juga dibukukan oleh China sebesar 26%, Amerika Serikat 64%, negara-negara di Afrika 19% dan Pakistan 7%.

Di saat beberapa negara mencatat kenaikan impor minyak sawit (CPO), impor minyak sawit ke Benua Biru justru mengalami sebaliknya. Dari keterangan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Uni Eropa mencatatkan penurunan impor CPO dan produk turunannya sebanyak 10% dan diikuti Bangladesh sebesar 62%.

Penurunan permintaan oleh negara-negara di Uni Eropa terjadi karena masih tingginya stok minyak rapeseed dan minyak bunga matahari. “Sementara Bangladesh mengalami penurunan yang drastis karena pada bulan sebelumnya telah melakukan impor yang tinggi sehingga stok menumpuk,” tandas Mukti.(T2)


Sumber: https://www.infosawit.com



Berita : Terkait