PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
Foto Ilustrasi Buah Inti Kelapa Sawit

03 February 2020 - 07:26:02 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 42

Memaksimalkan Keunggulan Minyak Sawit Indonesia

03 February 2020 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Kelapa sawit sebagai tanaman minyak nabati yang paling produktif, dikenal memproduksi empat hingga sembilan kali lipat dari hasil panen biji minyak lainnya. harga jual minyak sawit juga paling murah, dengan margin rata-rata 20 persen dibandingkan dengan harga jual tanaman biji minyak lainnya.

Keuntungan yang didapat dari minyak sawit, lantaran biaya proses produksi yang dilakukan setiap ton nya lebih murah, sekitar US$ 200 per ton, dibandingkan dengan US$ 360 per ton untuk minyak kedelai, sebagai harga terendah kedua biaya produksi per tonnya. Secara keseluruhan, tidak ada tanaman biji minyak yang mendekati kelapa sawit, baik dari segi hasil panen maupun biaya produksi.

Faktanya, budidaya kelapa sawit, juga membutuhkan input pertanian paling sedikit di antara minyak biji dan tanaman minyak nabati lainnya. Kelapa sawit membutuhkan sekitar 2 kilogram pestisida dan 47 kg pupuk untuk menghasilkan 1 ton minyak, sementara kedelai membutuhkan 29 kg pestisida dan 315 kg pupuk dan lobak membutuhkan 11 kg pestisida dan 90 kg pupuk untuk menghasilkan setiap ton minyaknya.

Minyak kedelai, bunga matahari, dan lobak juga membutuhkan lahan lima hingga delapan kali lebih luas dibandingkan kebutuhan lahan perkebunan kelapa sawit untuk menghasilkan setiap ton minyaknya. Lantaran, produktivitas kelapa sawit sangat luar biasa, kelapa sawit juga membutuhkan biaya kerja lebih sedikit, dibandingkan tanaman biji minyak lainnya. Hingga dewasa ini, minyak sawit adalah minyak nabati paling murah untuk diproduksi.

Laporan terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) tentang minyak sawit, menyatakan bahwa ekspor minyak nabati, yang berkontribusi 41 persen terhadap produksi minyak nabati global, akan terus didominasi oleh segelintir pemain. Indonesia dan Malaysia akan terus mencatat, hampir dua pertiga dari seluruh ekspor minyak nabati pada dekade mendatang. (Edi Suhardi/pelaku perkebunan kelapa sawit)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait