PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
foto: Dok. Humas Kemendag

05 February 2020 - 09:04:12 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 177

Genjot Perdagangan ke Turki, Indonesia Komit Sederhanakan Aturan

05 February 2020 | by : Administrator

InfoSAWIT, ANKARA - Seiring dengan upaya penyelesaian perundingan IT CEPA, Wamendag Jerry secara intensif terus melakukan pendekatan kepada para pelaku usaha Turki. Salah satunya melalui pertemuan bisnis dengan The Union of Chambers and Exchanges of Turkey (TOBB) dan Foreign Economic Relations Board of Turkey (DEIK). Pertemuan dihadiri sekitar 20 pelaku usaha Turki.

"Pertemuan ini merupakan kesempatan untuk berinteraksi dan berdialog dengan sektor swasta di Turki. Melalui pertemuan ini, Pemerintah Indonesia bisa mendapatkan masukan untuk peningkatan perdagangan dan mendapatkan dukungan untuk penyelesaian perundingan IT CEPA," jelas Wamendag, Jerry Sambuaga dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Dalam pertemuan tersebut, Wamendag juga menyampaikan, saat ini Pemerintah Indonesia terus berupaya melakukan penyederhanaan peraturan dan kesesuaian antara peraturan pemerintah pusat dan daerah.

Sedangkan perwakilan dari TOBB menyampaikan optimismenya untuk meningkatkan hubungan dagang kedua negara. Sementara itu, Dubes Iqbal menyampaikan, akan menindaklanjuti pertemuan ini dengan menggelar pertemuan teknis. Dubes Iqbal berharap para anggota DEIK dapat berbisnis dengan para pelaku usaha Indonesia.

"Kami akan memberikan prioritas kepada DEIK untuk meningkatkan perekonomian kedua negara. Kami juga akan melalukan pembahasan lebih detail dengan DEIK untuk membuka jalan bagi kedua negara untuk saling mengenal dan bekerja sama," pungkas Dubes Iqbal.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Turki

Perdagangan Indonesia-Turki pada periode Januari--November 2019, total perdagangan sebesar US$ 1,38 miliar, dengan surplus sebesar US$ 733,73 juta bagi Indonesia. Sedangkan pada 2018 mencapai US$ 1,79 miliar. Ekspor Indonesia senilai US$ 1,18 miliar, sementara impor dari Turki senilai US$ 611,52 juta sehingga surplus sebesar US$ 569,85 juta bagi Indonesia. Pangsa pasar produk Indonesia di Turki tahun 2018 sebesar 0,59 persen.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Turki tahun 2018, yaitu minyak kelapa sawit dan turunannya (US$ 148 juta), karet alam (US$ 132 juta), serat stapel tiruan (US$ 112 juta), benang serat stapel sintetis (US$ 108 juta), dan benang filamen sintetik (US$ 94 juta).

Sementara komoditas impor utama Indonesia dari Turki tahun 2018 yaitu minyak mentah (US$ 254 juta), tembakau belum diolah (US$ 35 juta), karbonat (US$ 24 juta), borat (US$ 22 juta), serta bijih kromium dan konsentrat (US$ 11 juta) Pada 2018, Turki tercatat sebagai mitra investor ke-39 terbesar bagi Indonesia dengan nilai mencapai US$ 3,7 juta dan jumlah proyek sebanyak 48. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait