PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero) As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Bahasa : en / id

Memotivasi melalui Tim Kerja dan Kebersamaan

Untuk membentuk hubungan emosional dan interaksi sosial, serta memotivasi karyawan, agar lebih produktif dalam bekerja.

Saya memberikan judul ini untuk mengingatkan kita bersama, bahwa dalam bekerja kita adalah sebuah tim kerja. Di dalamnya mengandung unsur kebersamaan. Target pekerjaan tim berarti pula tanggung jawab setiap individu yang menjadi bagian dari tim tersebut. PTPN XIII menghasilkan salah satu produknya yaitu CPO yang selanjutnya CPO ini akan dijual kepada para pembeli. Kualitas CPO yang baik terkait dengan harga (price) yang akan kita dapatkan. Selanjutnya dari penjualan yang baik, kita akan mendapatkan keuntungan yang pada akhirnya akan kembali pada share holder (pemilik modal) dan karyawan sebagai salah satu stake holdernya.

Untuk menghasilkan produk berkualitas, serangkaian proses yang baik harus dijalani pula, dimulai dari proses awal pemilihan bibit, kemudian penanaman, pemeliharaan tanaman, handling panen, pengolahan di pabrik, serta handling penyimpanan CPO.  Masing-masing proses harus dilakukan sesuai dengan standard yang telah ditetapkan. Adalah menjadi tanggung jawab bersama setiap individu yang terlibat di dalam masing-masing proses tersebut untuk menghasilkan end result yang berkualitas pada setiap proses. Karena end result tersebut dipergunakan untuk proses selanjutnya hingga pada akhirnya menjadi CPO yang berkualitas.

Berkaitan dengan tim kerja, pada kesempatan ini Saya mengambil contoh pada pemeliharaan tanaman mengenai proses pemupukan. Mengapa pemupukan? Karena pemupukan merupakan salah satu kegiatan penting dalam bisnis perkebunan, serta memerlukan biaya yang besar dan tim kerja  pada prosesnya. Pemupukan tanaman dilakukan mempedomani sistem 4T : Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, dan Tepat Cara. Target pemupukan yang diberikan pada kebun adalah tercapainya pemupukan 100%. Target dan sistem 4T ini merupakan tanggung jawab mulai dari pekerja di lapangan, Mandor, Mandor I, Asisten, Askep, hingga Manager.

Tentunya, fungsi pengawasan dan penegakan disiplin sangat diperlukan agar tercapai 4T dalam pemupukan. Pengalaman Saya saat menjadi Asisten Tanaman, pengawasan kegiatan pemupukan dilakukan dengan ‘berbungkus’ kebersamaan.  Setelah lingkaran pagi, Asisten bersama Mandor dan Mandor I  menuju lapangan, dan bersama-sama mengawasi kegiatan pemupukan di lapangan dengan teknik sistem giring.  Dengan kehadiran Asisten bersama para Mandor di lapangan, membuat pekerja akan lebih bersungguh-sugguh bekerja.  Kemudian pada saat ‘wolon’,  asisten dan mandor berserta karyawan pemupukan “makan bersama” dilapangan dari bontot-bontot bawaan masing-masing.  Selesai wolon pekerjaan dilanjutkan, dan Asisten bersama para Mandor tetap berada di lapangan sampai kegiatan pemupukan selesai.

Kehadiran Asisten pada saat pemupukan ini, merupakan wujud kebersamaan sekaligus wujud tanggung jawab. Dengan kehadiran Asisten, para pekerja akan lebih terawasi. Mereka akan merasa diperhatikan hasil kerjanya, sehingga secara tidak langsung kualitas hasil kerjanya akan lebih baik. Dalam literatur, hal sebagaimana di atas sesuai dengan “Hawthorne Effect” yang sangat dikenal dalam literatur mengenai motivasi. Hawthorne effect adalah penelitian yang dilakukan Elton Mayo pada perusahaan Hawthorne. Salah satu hasil penelitiannya adalah bahwa para pekerja meningkat produktivitasnya bukan karena efek treatment yang diberikan, tetapi karena para karyawan tersebut merasa diperhatikan oleh majemen perusahaan. Adanya hubungan yang bersifat emosional dan interaksi sosial yang membuat karyawan lebih termotivasi dalam bekerja sehingga meningkat produktivitasnya.

Model tim kerja dan kebersamaan seperti yang Saya sampaikan diatas, tentunya belum tentu efektif untuk setiap pekerjaan. Namun demikian untuk pekerjaan-pekerjaan setipe seperti pemupukan, model kerja seperti di atas dapat kita coba untuk dilakukan. Cara-cara lain dapat dikembangkan masing-masing tim kerja sehingga bekerja merasa nyaman, masing-masing anggota bertanggung jawab  sehingga kualitas dan target dapat tercapai.

Kiraya apa yang Saya sampaikan ini, memacu untuk bekerja, bekerja, bekerja lebih giat lagi, seraya berdo’a “Jayalah PTPN XIII”, agar lebih maju dan  lebih  bermanfa’at untuk karyawan dan negara.

"Sunardi R Taruna"
Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Pemasaran
03 Juli 2012