
IMPROVEMENT NEVER ENDING
- Peningkatan/Perbaikan Tiada Henti
Perusahaan ini harus terus tumbuh dan berkembang, seiring dengan persaingan yang semakin ketat. PTPN13 harus lebih banyak lagi dan jangan berhenti untuk terus mencari upaya strategis dalam meningkatkan produktivitas, baik pada bidang tanaman, bidang pengolahan produksi, dan sumber daya pendukungnya, maupun pada cara-cara sebuah proses kegiatan, serta pada sumber daya manusianya. Selain peningkatan produktivitas, juga tidak kalah pentingnya menjaga kualitas. Upaya lebih banyak lagi dan jangan berhenti untuk menjadikan sesuatu kegiatan di perusahaan ini menjadi lebih baik, inilah yang saya maksud "Improvement Never Ending- Peningkatan / Perbaikan Tiada Henti".
Pastilah hal ini sudah menjadi keharusan sebuah perusahaan yang ingin bergerak maju dan ingin terus tumbuh menjadi sebuah perusahaan yang kompetitif, serta untuk menghasilkan laba yang lebih besar lagi. Meskipun sudah cukup banyak upaya strategis yang telah dilakukan PTPN13 untuk itu, misalnya di bidang tanaman yaitu “program underplanting” yang telah terbukti mampu mengefektivitaskan pemanfaatan potensi produksi pada areal Tanam Ulang (TU) hingga 40%. Namun bukan berarti sudah selesai dan berhenti sampai di situ. Saya yakin masih banyak lagi upaya strategis lainnya yang dapat dilakukan, apabila kita bersama-sama memikirkan dan melakukannya. Contoh di bidang tanaman yang masih dapat dilakukan misalnya penggunaan bibit berklon unggul yang mampu berproduksi lebih tinggi dan tahan terhadap penyakit tanaman. Pemilihan bibit unggul ini pastinya dilakukan setelah melalui serangkaian analisa yang scientific. Contoh lain adalah mencoba menambah jumlah pokok maksimal per hektar. Upaya ini juga merupakan terobosan/upaya strategis pada awal meningkatkan produktivitas tanaman.
Sedangkan di Pabrik, selain pemeliharaan mesin rutin, juga dilakukan improvement dengan mengadopsi teknologi untuk peningkatan kuantitas dan kualitas hasil produksi. Sebagai contoh yang sudah dilakukan PMS Gunung Meliau, Parindu, dan Semuntai, yang sudah mengganti mesin-mesin berumur tua dan tidak efektif serta efisien yaitu Sludge separator pada stasiun minyakan yang semula berkapasitas 8.000 liter/jam menjadi sludge separator yang berkapasitas 13.000 liter/jam. Penggantian mesin tersebut tentunya diharapkan dapat menurunkan loses dan menaikkan rendemen minyak sawit. Selain itu untuk menjaga kualitas TBS yang masuk ke pabrik, juga dilakukan upaya improvement dengan penerapan sistem sortasi bahan baku olah yang lebih ketat lagi. Apabila kita belum mampu melakukan improvement di bidang teknis, tentunya kita dapat mencoba melakukan improvement untuk efisiensi biaya. Salah satu contoh kecil misalnya pada penggantian paking-paking pada setiap sambungan pipa atau pada pintu rebusan, dapat menggunakan barang bekas yang masih bisa dipakai dari “belt conveyor”.
Selain itu diperlukan pemikiran dan kemauan kita untuk melakukan “reenginering business process – pemutakhiran proses bisnis untuk mendukung terlaksananya kegiatan perusahaan yang lebih bernilai tambah. Misalnya pengiriman dokumen dari unit kerja ke Kantor Direksi, sudah seharusnya kita memanfaatkan fasilitas komputer dan intranet (email, mIRC, dll) dan jangan lagi melakukan pengiriman dokumen menggunakan dalam bentuk kertas. Improvement proses bisnis ini, selain lebih cepat juga akan mengurangi pemakaian kertas sehingga biaya menjadi lebih efisien.
Saya mengingatkan, karyawan juga memiliki kewajiban secara pribadi untuk terus meningkatkan kompetensi diri masing-masing, agar dapat menyesuaikan terhadap tuntutan keadaan saat ini yang terus melesat maju, dan saya kira itu yang disebut sebagai investasi pada diri kita untuk menjadi lebih baik dan maju.
Saya sangat berharap kepada seluruh karyawan, teruslah mencari, memikirkan, dan melaksanakan upaya-upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas agar perusahaan yang kita cintai ini lebih jaya!
Akhirnya, seraya berdoa; Jayalah PTPN XIII, marilah kita Bekerja..... Bekerja.... Bekerja!
"Sunardi R Taruna"Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Pemasaran
24 April 2012