Berdasarkan hasil pengujian Pusat Penelitian Kelapa
Sawit Medan, Indonesia, mutu produksi harian CPO yang
keluar dari pabrik (PKS), sebagai berikut :
|
| |
|
Free Fatty Acids, %
|
2.5-4,2% |
|
Iodine value, mg/gr
|
52-54 mg/gr |
|
Moisture, %
|
0.10 % |
|
Carotene, ppm
|
297-313 ppm |
|
Tocopherol, ppm
|
386-794 ppm |
|
Cu
|
Trace |
|
Fe
|
Trace |
Dobi
(Deterioration of Bleachibility Index)
|
2.3-2.4 |
Dari data diatas menunjukan bahwa CPO tidak hanya
cocok untuk industri makanan seperti minyak goreng,
margarine, dsb, tapi juga untuk industri oleokimia seperti
sabun, gliserin, asam laurat, asam palmitat, asam lemak
lain, fatty alkohol, dsb. Logam-logam seperti tembaga
dan besi tidak terdapat dalam CPO.
Secara ilmiah, tanpa
adanya logam dalam CPO menunjukkan bahwa CPO tidak mempunyai
senyawa pro-oksidasi. Hal ini membuktikan bahwa tidak
terjadi percepatan oksidasi dari minyak esensil yang
terdapat dalam CPO. CPO mengandung karoten sebagai sumber
Vitamin A, tokoperol sebagai sumber Vitamin E dan minyak
esensil seperti asam oleat, dsb. Nilai Dobi lebih tinggi
dari 2 menunjukkan bahwa minyak esensil dan karotein
dalam CPO masih segar atau berada dalam bentuk asli.
Hal ini berarti bahwa tokoperol bertindak sebagai antioksidan
yang dapat menahan oksidasi terhadap minyak selama pengolahan
dan penyimpanan.